Bisnis Kursus Musik

by cs_angpao78
0 comment

ANGPAO. ID – Bisnis Kursus Musik – Untuk berbisnis dalam bidang musik apakah harus pandai bermain musik? Pertanyaan ini pernah ditanyakan oleh salah satu teman saya yang berpikir untuk memulai menjalankan bisnis musik. Dan jawabannya adalah YA!.

Namun tentu ada banyak perbedaan jika Bisnis Kursus Musik ini dijalankan oleh orang yang mahir dan telah lama berkecimpung dalam dunia musik dengan orang awam terhadap musik. Jika anda tidak memiliki kemampuan dalam bidang musik namun ingin memulai bisnis ini tentu anda harus siapkan modal lebih untuk merekrut dan menggaji instruktur musik yang kemudian bekerja untuk anda di kursus musik yang anda miliki. Selain itu anda harus mulai banyak cari tahu tentang perkembangan industri musik, setidaknya industri musik dalam negeri agar anda bisa bersaing dengan kursus musik yang lain dalam hal menyiapkan kurikulum dan fasilitas pendukung.

Untuk memulai Bisnis Kursus Musik ini sebenarnya tidak perlu langsung dengan modal besar. Dengan modal kecil, pengetahuan yang cukup, serta alat pendukung sederhana namun layak, bisa anda manfaatkan untuk menjalankan bisnis ini dari nol. Apa saja yang anda harus persiapkan? Berikut kami akan jelaskan satu persatu.

1. Tempat

Bisnis ini sebenarnya tidak mutlak untuk memiliki tempat khusus jika anda baru memulai, walaupun tentunya lebih bagus kalau anda sudah memilikinya. Anda bisa menjalankan bisnis ini secara privat ke rumah-rumah orang yang ingin belajar musik. Biasanya orang tua yang ingin anaknya kursus musik lebih memilih guru musik datang ke rumahnya daripada anaknya harus ke luar rumah untuk kursus musik. Anda bisa memasang iklan gratis di internet atau sebarkan di social media untuk menghubungi anda jika membutuhkan guru privat musik. Dengan semakin banyaknya orang yang mengenal dan menggunakan jasa anda, di situlah terbangun relasi dengan orang lain. Setelah anda memiliki modal yang cukup, kontraklah rumah sederhana yang tidak terlalu jauh dari jalanan umum. Setelah itu anda siap untuk memulai bisnis anda menjadi lebih besar.

2. Alat Musik dan Pendukung

Jika anda sudah memiliki tempat, sekarang anda sudah saatnya berpikir untuk memiliki alat musik anda sendiri. Dari pengalaman dan pengamatan di lapangan, belilah keyboard atau digital piano sebagai alat pertama anda. Mengapa? Karena alat musik inilah yang paling banyak peminatnya. Selain itu juga alat musik digital piano atau keyboard bisa memenuhi kebutuhan 3 kelas yaitu kelas vokal, kelas keyboard dan kelas piano pop. Sangat efektif bukan? Setlah itu anda bisa berpikir untuk membeli alat musik lain yang umum seperti gitar akustik dan elektrik, bass gitar, drum dan biola. Itu bisa anda tambahkan dengan alat musik lain yang anda inginkan, namun jangan lupa faktor instruktur yang akan dibahas pada poin selanjutnya.

3. Instruktur Musik

Instruktur musik adalah penentu kualitas kursus musik yang anda bangun. Segala persiapan yang anda lakukan serta fasiltas pendukung yang mahal tidak akan berarti apabila instruktur anda tidak mampu mengajar murid murid sekolah musik anda dengan baik. Untuk itu pilihlah instruktur yang berpengalaman dan bersertifikat. Lebih baik lagi kalo lulusan sekolah musik ternama dan berijazah, namun yang pasti anda harus menyiapkan dana ekstra untuk hal yang satu ini. Buatlah tes kecil-kecilan untuk menyeleksi calon instruktur yang akan anda rekrut.

4. Kurikulum

Selain instruktur yang berpengalaman, kurikulum yang jelas serta teratur akan menunjang kualitas kursus musik anda. Susunlah dengan mengambil referensi kursus kursus musik di kota anda yang sudah lebih dulu mapan. Pelajari dan sempurnakan kurikulum tersebut sesuai dengan kebutuhan kursus musik anda. Jangan memaksakan kurikulum yang belum mampu anda terapkan di tempat anda karena hal ini justru bisa berbahaya bagi bisnis anda.

Itulah beberapa hal yang anda harus persiapkan jika ingin terjuan ke bidang Bisnis Kursus Musik ini. Tentunya selain ke 4 hal di atas masih sangat banyak hal-hal lain yang mesti anda siapakan untuk peralatan administrasi standar seperti buku kas, buku daftar siswa, stempel dan sebagainya. Tetaplah berimprovisasi dalam berbisnis. Salam Sukses!

Related Posts