Cara Membeli Properti supaya Cepat dan Tidak Mengecewakan

Cara membeli properti supaya tidak mengecewakan jumlahnya sangat banyak. Termasuk tahapan-tahapan yang perlu dilakukan sebelum melakukan pembayaran. Jika teknik tersebut dilakukan tentu memiliki properti bukan hal yang mustahil.

Sayangnya tidak banyak masyarakat yang mengetahui cara membeli properti yang tepat. Akibatnya banyak calon pembeli kecewa karena properti yang dibeli tidak sesuai harapan. Untuk mencegah hal tersebut, di bawah dijelaskan cara-cara yang bisa dicoba. Ini dia cara yang dimaksud:

1. Cari Properti di Lokasi yang Ideal

Cara yang pertama ialah dengan cara mencari properti di lokasi yang ideal. Paling tidak yang ada akses jalan masuk untuk kendaraan roda 4 dengan kontur tanah yang tinggi. Dua tipe lokasi yang menjadi penilaian paling standar untuk memilih hunian.

Untuk penilaian pendukung, cari hunian yang berada di seputaran kota. Paling tidak yang akses ke ruang publik seperti pasar, supermarket, sekolah dan kantor cepat dan mudah. Jangan lupa memilih lokasi hunian di tempat yang asri supaya pembeli betah ketika menempati hunian.

2. Mempersiapkan Budget untuk Membeli Properti

Setelah menemukan lokasi properti yang tepat, persiapkan uang untuk membeli properti tersebut. Petakan keuangan menjadi tiga kebutuhan yaitu uang untuk tanda jadi, uang persekot dan uang untuk angsuran jika membelinya sistem kredit. Harga dari semua kebutuhan tergantung hasil kesepakatan antara pembeli dengan penjual setelah sebelumnya dilalui proses tawar menawar.

Bukan berarti calon pembeli harus menabung pada saat informasi harga sudah didapatkan. Jika cara ini yang dilakukan dikhawatirkan harga properti malah naik. Bisa juga hunian diambil orang lain karena calon pembeli terlalu lama menindaklanjuti akibat menunggu uang tabungan penuh.

3. Datangi Pengembang Properti

Jika cara membeli properti 1 dan 2 sudah dilakukan silakan kunjungi pengembang ke rumah atau kantor. Tujuannya untuk mencari tahu apakah si pengembang amanah dan bisa dipercaya atau tidak. Calon pembeli boleh meminta verifikasi tentang fasilitas, luas tanah, model bangun, harga kredit dan uang persekot yang harus dibayar.

Yang tidak boleh dilupakan ketika memilih pengembang ialah memilih yang berpengalaman minimal 5 tahun. Ini adalah jaminan kalau mereka akan memberikan pelayanan terbaik termasuk menyediakan unit yang bermutu. Tidak mengapa bertanya kepada masyarakat yang pernah bertransaksi terkait dengan kinerja dan status kepercayaan.

4. Lakukan Survey Harga

Jika tertarik pada properti dan uangnya sudah ada, jangan langsung membayar tetapi lakukan riset harga terlebih dahulu. Nantinya hasil riset bisa dijadikan bahan tawar-menawar agar calon pembeli bisa mendapatkan harga lebih murah. Untuk melakukannya, datangi pengembang berbeda, lalu korek informasi harga dari sana.

Jika tidak ingin door to door silakan lihat harga properti di situs jual beli properti online. Di sana tertulis lengkap dari harga standar hingga harga properti yang paling mahal. Uniknya para pengembang online tersebut juga membuka diskusi bagi masyarakat yang ingin bertanya seputar harga.

5. Periksa Dokumen Properti

Cara terakhir ialah periksa seluruh dokumen properti sebelum melakukan pembayaran. Karena dikhawatirkan properti tersebut tidak berizin atau akta tanah serta bangunannya bermasalah. Jika dirasa semua absah tidak apa-apa calon pembeli mulai melakukan negosiasi.

Kalau sudah tiba di tahap ini, langkah selanjutnya tinggal pembayaran saja. Untuk teknisnya tergantung calon pembeli apakah menggunakan KPR atau membayar langsung kepada pengembang. Hal ini disesuaikan dengan budget yang ada.

Cara membeli properti yang dijelaskan di atas adalah cara paling standar yang bisa dilakukan calon pembeli pemula. Sekalipun demikian teknik tersebut bisa membuat transaksi lancar dan aman. Artinya, sekalipun cara membeli standar peluang mendapatkan hunian tetap besar tergantung proses negosiasi kedua belah pihak.

 

error: Content is protected !!